[Ulasan Film] Marlina Si Pembunuh Empat Babak : Waspada Woman On Top

https://inspiratorfreak.com/wp-content/uploads/2017/04/IG.jpg

Sebelumnya untuk dicatat, saya bukan seorang profesional, saya hanya orang awam yang suka menonton film, dan cukup pemilih dengan film yang ingin saya tonton. Review yang saya tulis, murni dari pemikiran saya yang minim pengalaman ini.

Peringatan : review ini sangat panjang, karena saya terlalu bersemangat.

Akhirnya nonton di bioskop lagi (haha), rata-rata saya emang sering nonton di bioskop untuk film-film nasional (noted : yang berkualitas), mencintai dan menghargai produk-produk Indonesia (hasek). Sabtu (25/11/17) kemarin saya memutuskan nonton Marlina : Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Sebelum memutuskan nonton, saya sempat membaca beberapa komentar nitijen di Twitter, beberapa bilang film ini lambat, yang kemudian disanggah sama sutradaranya.

Continue reading

Advertisements

The Journey to Forever (1) : Prolog

Sebelumnya saya pernah posting tentang Kapan Nikah, sebuah uneg-uneg yang kemudian saya bingkai menjadi sebuah renungan bersama. Nah di artikel ini, akan lebih ke curhat yang sesungguhnya tapi tetap pada batasan-batasan yang (yaa..) semua orang ga’ perlu tahu.

Tahun 2017, usia saya 27 tahun, begitu juga dengan dia. Kami memulai kisah ini dari kelas 3 SMA (akhir masa ajaran), tepatnya di Maret 2008. Yup, lama. Dulu, pacaran selanggeng itu akan mendapat pujian dari banyak pihak, setia bangetlah, inilah, itulah, pokoknya yang baik-baik deh. Namun, waktupun bergulir dan jaman semakin “now” aja, dimana bullying menjadi hal biasa, dan hubungan asmara pun tak luput dari itu. Pada mulanya yang dipuji karena setia dan hebat bisa bertahan selama itu, berakhir dengan nyinyiran “pacaran apa kredit rumah?”

Lama bener…

Continue reading

Lipstick : ijin suami


Jumat pagi yang sedikit mendung di kantor, menjadi sedikit cerah tatkala bermunculan notif diskon program 11.11 dari banyak e commerce. Niat hati ingin sekali hemat lantaran harus kembali menggemukkan tabungan yang kurus untuk biaya pernikahan.

Lalu kemudian, sebuah toko online mengumumkan bahwa produk M akan diskon 40%. Aahh lipstick ituuu…

Sekarangkan udah ga’ bisa ya ngambil keputusan semau gue yang penting happy berbekal pedoman duit bisa dicari barang yang diincer belum tentu diskon lagi. Udah ga’ bisa gitu lagi sekarang.

Harus ijin suamik.

Alhasil percakapan singkat via WA :

Aku : Yang, aku boleh beli lipstick nggak’? Lagi diskon 40%

Suamik : Iya, boleh

Hasekkk

Nah, diskon 40% ini baru berlaku hari Sabtu,tanggal 11 November. Maka yaudah aku pilih warna yang mau aku beli, trus dimasukin ke keranjang, biar besuk tinggal check out.

SABTU

Aku dan suamik milih pulang ke rumah dia, abis subuh yang ku lakukan adalah check out. Suamik yang minta dimanja-manja, langsung dianggurin aja. Ini urusan diskon. Bahkan kalau udah menyangkut yang beginian, suamik dan mungkin anak bakal diabaikan ya?

SELASA

Paket udah nyampe, dan dibuka di rumah.

Suamik : kok tiga?

Aku : *hanya nyengir bahagia*

Kesimpulannya adalah, ijinlah sama suamimu apa-apa yang akan kau lakukan, inget ya kita udah ngga’ bujang lagi. Apa yang kamu inginkan bisa diraih, asal dikomunikasikan. Komunikasi kunci penting dalam menjaga sebuah hubungan, dan juga kunci menggoalkan apa yang kita inginkan.