I Call Them…

 

Dalam hidup manusia, ada satu bagian yang sangat istimewa. Terkadang mereka dipertemukan dalam suatu kesamaan yang unik, tapi itulah yang membuat segalanya istimewa..

Keistimewaan pertama ialah, mereka masih sanggup membuka pintu hatinya sesering apapun kau menggoreskan luka, melupakannya, mengabaikannya..

Kedua, mereka masih selalu berada didekatmu kala kesedihan itu datang, ketika seluruh orang disekitarmu mencaci, menjauh, dan membenci..

Meskipun..

Kau terlalu sering melukai hatinya dengan perkataanmu, datang disaat kau butuh, dan mengingat disaat merasa sepi..

Dan kau juga yang melupakannya disaat kebahagiaan itu datang padamu, disaat semua orang menyanjung dan mencintaimu..

Terkadang kau tak pernah memahami seberapa besar perannya dalam hatimu, tapi begitulah mereka tak ingin terlihat oleh mata semua orang, tapi berusaha untuk selalu ada dan melengkapi segala luka, kesepian, duka, beban, dan seluruh hal menyakitkan yang pernah kau alami.

Terkadang pun kau tak menyadari bahwa dia lah yang selalu membelamu, berusaha mengatakan bahwa itu tidak benar pada mulut-mulut pendengki walaupun sebenarnya kau sedikit salah.

Terkadang mereka mengatakan hal terburuk dan tersakit sekalipun, itu karena mereka mampu melihat lebih baik darimu, hanya ingin memberimu peringatan bahwa langkah yang kau ambil mulai menyimpang, tapi balasmu, kau mencacinya, memusuhinya.

Terkadang ketika kau tidak mulai peduli pada mereka, mereka masih sering memperbincangkanmu, hal terburuk sekalipun tentangmu, tahukah kau? Sebenarnya mereka peduli, dan merindukan sosokmu, jika kau berusaha kembali, tangan mereka akan selalu menerimamu.

Aku..

Tak pernah tahu bagaimana mulanya kami dipertemukan, ada dari mereka yang awalnya ku benci, tapi kemudian, masih entah bagaimana Tuhan menyatukan kami. Canda dan tawa itu, tangis yang mengiringinya dan segala caci yang kami terima, semua begitu indah, tak terasa pahit sedikitpun.

Karena kami saling melengkapi..

Aku tak pernah menemukan orang-orang seperti mereka di tempat lain, mungkin Tuhan memang menciptakan mereka cukup satu, sehingga membuat aku tak melupakan segalanya.

Aku menyebut mereka..

Sahabat🙂

Jika kelak kita sudah tua nanti, aku berharap kita masih bisa saling terhubung, semua cerita indah yang kita lewati semoga terus abadi, dan duka akan masa lalu biarlah menjadi pengalaman paling berarti.

Segalanya telah tertulis rapi di tangan Tuhan, tentang kita. Bagaimana kita bisa dipertemukan, bisa menyatu semua adalah kuasa-Nya, dan untuk menjaga persahabatan ini, aku pun ikut meminta Tuhan membantuku🙂

Spesial aku persembahkan tulisan pendek ini, untuk sahabatku, saudara perempuanku, D’BJ. Kalian yang teristimewa 🙂

page1

Jogja,21 Agustus 2013

Sepfriend Kelana,untuk yang terspesial🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s