One Name,One Person

daddyKemarin kalo ngikutin blogku, ada postingan “Pagi Papa” yang main idea-nya setelah nonton video di Youtube. Banyak banget orang yang mengelu-elukan sosok Ibu, aku ngga’ menyalahkan, hanya ingin menunjukkan kalau sosok Ayah ngga’ kalah hebat dari Ibu, dan yang paling pahit kita sering melupakannya.

Tadi pas makan malam nemenin pacar, aku lihat keluarga kecil, beranggotakan Ayah,Ibu, dan dua anak perempuan yang kira-kira umurnya 3 dan 5 tahun. Si anak pertama makan bersebelahan dengan adiknya, dikursi depan mereka ada Ayah dan Ibu. Si Kakak menyodorkan makanannya ke si Adik, karena meja terlalu tinggi untuknya, dia jadi susah menjangkau. Aku berpikir, si Ibu akan mengambil alih dan menyuapi anak itu. Tapi ternyata, si Ayah yang berdiri dan meletakkan piring anak bungsunya di kursi anak itu, sehingga dia tak perlu lagi terlalu menengadah.

Mataku langsung berkaca-kaca, tiba-tiba bayangan Ayahku terlintas, aku berpikir pasti terlalu banyak hal yang ia lakukan tapi sama sekali tak membekas dihatiku, I’m so really sorry.

Ada beberapa hal yang luar biasa Ayahku lakukan, pertama saat itu aku duduk di kelas 2 SMA, dan jomblo, dan valentine (komplit). Ayahku dihajatan rekannya, dan hujan deras tengah turun di kota kami, aku diam di ruang tamu sendirian, bengong ngga’ jelas meratapi nasib (sebagai jomblo). Tiba-tiba Ayahku datang, masuk ke rumah dan memberikan satu batang coklat yang dibungkus plastik bening dengan bunga mawar kecil mengikat ujungnya. Aku bengong ketika menerima itu, beberapa menit kemudian Ayahku pamit kembali ke hajatan rekannya. Saat itu, bagiku itu konyol.

Suatu hari aku dan Ayahku pergi ke toko, beberapa hari setelah hari valentine, dan pemilik toko itu bilang padaku “Enak ya punya Ayah kaya’ Ayah kamu, mau beliin coklat valentine buat kamu”. Aku cuma bisa tersenyum, dan membodoh-bodohkan diri sendiri, ini luar biasa, apa yang ia lakukan itu luar biasa, bagaimana sampai aku berpikir itu konyol. Pasti banyak alasan Ayahku melakukan itu, satu yang tak terbantahkan, dia mencintaiku.

Waktu aku kuliah, aku sempat berujar mau mengecat jendela dan pintu kamar dengan warna putih susu pada Ayah. Dia menjawab akan membelikan cat kayu dan aku harus mengecatnya sendirian, aku mengangguk mengiyakan karena itu kamarku, dan aku lah yang harus mengerjakannya. Minggu aku mengatakan hal itu, Kamis sore ketika pulang dari Solo, aku mendapati jendela dan pintu kamar sudah berwarna putih. How amazing are you Dad??

Tuhan, andai aku boleh mengajukan satu pertanyaan? Ayahku ini Kau ciptakan dari apa?? Aku tak percaya jika ia Kau ciptakan dari tanah, mungkin saja dia dari serpihan-serpihan cahaya ketika Kau hendak menciptakan malaikat. Terima kasih Tuhan..

Bagaimana dengan Ayahmu?? J

Jogja, 23 Juni 2013

Sepfriend Kelana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s