11 Januari 2013

Di kantor terputar syahdu lagu milik Gigi berjudul 11 Januari…

Disuatu kota,di provinsi tetangga,ada seseorang yang tengah merangkak menjadi lebih tua

Seseorang dengan kerut di keningnya,menunjukkan betapa terlalu banyak dia memikirkan untuk kebaikan orang-orang yang paling dia sayangi,darah dagingnya sendiri.

Kulit legam yang setiap saat selalu diterpa cahaya matahari untuk mencari sesuap nasi,bukan untuk dirinya sendiri,dia tidak pernah peduli dengan perutnya yang mengerang hebat,yang penting orang-orang yang disayanginya itu bisa kenyang.

Senyumnya tak pernah surut ketika menatap bocah-bocah miliknya,menampakkan gigi nya yang kuning kusam,hasil bertahun-tahun menghisap nikotin,untuk menenangkan hatinya dari segala gejolak amarah yang tak mampu dia ungkap sempurna,begitu kira-kira yang aku tangkap.

Rambut hitam legamnya yang sedikit demi sedikit mulai memutih,helai demi helai nya pun berubah warna,tanda bahwa usianya tak cukup lagi muda,sudah terlalu banyak resah,gelisah,harapan yang dia rasakan,demi mata kecil berbinar yang sering menatapnya takjub.

Pria ini walau tanpa uang,saat pulang dari mencari nafkah,selalu dan selalu berupaya membawakan bingkisan untuk bocah-bocah kecil dirumahnya,dia mengabaikan segala inginnya,demi senyum kecil yang membuncahkan relung hatinya,walau tak pernah ada ucapan terima kasih yang dia terima,dia tak pernah sedikit pun meminta atau mengeluh.

Uang hanyalah sebuah uang,hanya sebuah kertas,yang harus terus dia dapatkan,untuk membuat bocah-bocah itu memiliki ilmu yang jauh melebihinya,terselip sebuah doa agar kehidupan mereka jauh lebih baik dari kehidupannya saat ini,walau tanpa tanda terima kasih yang dia terima,tapi dia tidak pernah berhenti mencari.

Perhatian,cinta kasihnya tak pernah surut tak tertandingi oleh apapun,walau kecewa dari bocah-bocah itu dia raih,tapi ketulusan cinta kasihnya terpatri abadi,selalu tumbuh semakin besar dari waktu ke waktu tak pernah mati seperti mata air.

Papa..

Tak pernah ada kata terima kasih yang terucap dari mulutku atas semua hal yang kaulakukan,aku terlalu malu untuk mengatakannya,karena terlalu banyak hal yang telah engkau lakukan. Bagaimana aku memulai untuk mengatakan terima kasih?Darimana aku harus mengatakannya?

Hanya satu yang bisa aku lakukan,turut pada semua inginmu,menjadikanmu tak pernah malu memilikiku sebagai darah daging yang kau besarkan sepenuh jiwa. Aku ingin membuatmu bangga,memiliki ku…

Papa..

Hari ini 11 Januari 2013, 54 tahun yang lalu sosokmu hadir ke dunia ini..

Kini kau menjadi milikku,milikku yang paling ku banggakan..

Milikku yang paling ku sayangi..

Selamat ulang tahun Papa, sehat selalu,semoga diberi umur yang panjang untuk terus menemaniku melewati segala proses penting dalam hidupku dan Kakak.

Maaf untuk segala kata yang sebenarnya ingin kau dengar,tapi tak pernah ku ucapkan,tapi percayalah dalam diamku,aku selalu mengatakannya..

Terima kasih..

I love you with all of my heart

I’m so bless have you as My Father…

Happy Birthday My Hero!

Jogja,11 Januari 2013

Sepfriend Kelana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s