PENCURI ITU GA’ PAKE PERMISI (Part 2)

Howdy neters!!! Salam sayang ya buat pembaca disitu. Ketika nulis ini, lagi mendung di luar dan diiringi lagunya J-Rock Berharap Kau Kembali, kaya’nya aku salah suasana dan theme song nih, harusnya pas nulis Pencuri Dia kemarin yaaa..Ya wislah, ga’ usah dipermasalahkan. Mari merapat kita mulai perbincangan kita yang syahdu ini. Part ke 2! Deng deng! Yang part 1 kan tentang pencuri pacar ya, yang part ke dua ini tentang Pencuri Hati, aaaccciiieeee, sama – sama mencuri tapi yang satu ini ngga’ akan bikin kita menangis. Ayukk, merapat lagi, biar hangat, mulai yaaaa…
2. Pencuri Hati
Yaa sudahlah yaa, yang mencuri pacar kemarin dilupakan dulu, kamu harus bersiap – siap untuk babak baru dalam kehidupan asmara kamu, memilih menjadi pencuri atau sebagai korban?? Ehemm, yang aku bahas kali ini, kamu sebagai korban.. Idiihh, unyu banget kan??

Buat kamu nih yaa, yang lagi bersemu – semu pink pipinya karna bayangin tentang orang itu, iya, si maling ituhh, kamu masih waras kan??Hahaha. sedikit teori tentang maling yang satu ini yang bikin kita hepi, kamu ga’ akan pernah sadar kalo orang itu sudah mencuri hati kamu, awalnya mungkin kamu menganggap dia sama aja kaya’ yang lain, mencoba menarik perhatian kamu, mencoba menyapa mu dengan senyum manisnya, dan mencoba berbagai hal yang bertujuan supaya kamu memperhatikan dia. Awalnya kamu pasti hanya menganggap dia sebagai orang yang kurang kerjaan, namun lama – lama tingkah lakunya itu semakin kamu rindukan, dan kamu jadi suka nyari – nyari dimana sih dia saat ini, apakah benar hati kamu udah dicuri?? Iyalah, ingat kalimat dari ku, “Pencuri itu ga’ pernah pake permisi”. So, mungkin saat ini hatimu sudah dicuri sama orang itu, sadarilah…

Kemalingan hati ga’ selamanya menyesakkan kok, apalagi kalo si pencuri adalah orang yang sesuai dengan tipe kamu, beeuuhh seneng dong, kamu rela – rela aja deh tuh hatimu ngga’ dibalikin, iya kan?? Tapi jangan sampai lupa diri, kenali dulu si pencuri kaya’ apa, jangan langsung bertekuk lutut padanya dan memberikan jantungmu.. emmm, to twiitt. Pencuri hati ga’ perlu di antisipasi dong yaa, hanya perlu di waspadai. Kenapa? Karna ga’ semua maling itu sesuai dengan yang kita harapkan!!!

WASPADA PENCURI HATI !!!
a. Sengaja nyuri atau ga’ sengaja
Ada dua tipe pencuri hati, pertama itu disengaja, jadi si pencuri memang sudah menetapkan kamu sebagai target dia, sehingga dia berjuang mati – matian untuk nyuri hati kamu. Dan yang kedua adalah ga’ sengaja, ini seperti persahabatan antara laki – laki dan perempuan, yang awalnya memang murni niatnya bersahabat, tapi kok diperjalanannya menemukan kenyamanan nih, alhasil tanpa disengaja dia mencuri hati kamu.
b. Punya hasil curian lain ga’?
Pastikan dulu, dia ini apa seorang klepto, maksudnya adalah, dia mang suka mencuri hati orang atau ga’ yang sampai dikoleksi gitu, karna bagi seorang klepto hati ya, itu seperti bolak – balik kita penasaran sama Angry Birds, pendek kata klepto hati adalah playboy / playgirl. Kalo dia bukan pengumpul hati, okelah bagus. Tapi tunggu dulu, dia punya hasil curian lagi ga’? Satu buah aja? Punya? It’s mean bahwa dia punya pacar. Entah pihak pencuri ini sengaja atau ngga’ yang jelas teorinya gini, jika pencuri ini sudah punya hasil curian kemudian dia melakukan tindak kesengajaan mencuri hati kamu, berarti dia memang bukan orang baik – baik, mana ada sih orang baik udah punya pacar malah nyari gandengan lain. Dan bila ga’ disengaja itu artinya gini, dia udah punya hati lain, trus kamu kenal sama dia, dia sih biasa aja, saking dia biasa ajanya itu, kamu mulai berteman nih sama dia, lama – lama kamu tahu, dia tuh orang yang kamu pengen selama ini, nah lho, ga’ sengaja kan dia nyuri hati kamu…
c. Suka, Obsesi atau Cinta?
Kalau point – point di atas udah kamu pikirkan dengan baik, saatnya point ke 3. Ini butuh suatu keyakinan baik dari dalam diri kamu maupun kamu melihat dari dirinya. Dia, lewat gerak – gerik, tingkah, dan pendekatannya selama ini sepertinya dia hanya suka sama kamu, tanpa berniat ke hubungan lebih lanjut atau tidak? Atau obsesi, yang hanya menginginkan kamu, setelah dapet, kamu dibuang gitu aja, atau memang benar – benar mencintai kamu. Ini bukan curigaan ya, tapi antisipasi kamu agar ngga’ salah membiarkan hatimu dicuri. Setelah dia, kemudian tanyakan ke diri kamu, sama kaya’ yang kamu pikirkan ke dia. Kamu hanya suka dengan dia, dalam arti belum benar – benar tercuri hati kamu, masih setengah – setengah, masih suka ilfeel kalo dia berperilaku aneh. Atau sekedar obsesi, dimana kamu suka ada orang yang ngejar – ngejar kamu, yang suka kamu, yang memuja – muji kamu, kalo kaya’ gini kamu malah nyakitin dia. Atau memang benar – benar sudah mulai jatuh cinta sama dia, dimana kamu menginginkan hubungan yang lebih dari ini.
d. Kamu rela ga’??
Hayooo, kalo udah memikirkan tentang suka, obsesi atau cinta, sekarang pikirkan kamu rela ga’ sih jika hatimu dicuri sama dia?? Dia lho, yang seperti itu. Kamu rela ga’? Dia yang kaya’ gitu itu dengan segala kekurangan dia, kamu rela ga’? Jika iya, ya udah ikhlaskan saja hatimu dicuri. Jika tidak, menjauhlah, jangan kasih dia harapan, hindari menyakiti hatinya. Kalo nih ya, kamu masih bertahan dengan pencuri hati yang udah punya hati lain, kalo kamu rela hatimu dicuri dengan sengaja atau ga’ sengaja ya ga’ apa – apa, tapi ingat, mungkin kamu yang sakit nantinya.
e. Biarkan hatimu yang memilih
Terakhir, kalo kamu secara otak sudah memilih rela, tapi hati mu masih ragu dan bimbang, terkadang kan hati sama pikiran ga’ nyambung tuh. Ya udah sih ya, biarin aja hati kamu yang memilih, dia rela dan ikhlas ga’ dimiliki sama orang lain? Aduuuh duhh, dimiliki, berat sekali bahasanya. Percaya sama hati kamu, karna terkadang dia membawamu ke arah kebaikan, atau mungkin sekarang sedang membawamu ke arah jodohmu, heeiii siapa yang tahu…
Jika semua point sudah kamu pikirkan secara matang dan mendalam, saatnya kamu eksekusi. Orang itu, kalo ngga’ kamu kasih sinyal kuat tentang perasaan kamu saat ini, akan menghasilkan dua kemungkinan yakni selesai tanpa penyelesaian atau meneruskan tanpa kepastian. Maksudnya gini, jika kamu suka dia, tapi diem aja ga’ kasih sinyal balik, dia akan menyelesaikan pendekatannya itu tanpa ada penyelesaian
yakni tanpa adanya pernyataan cinta, karna dia merasa sudah tidak ada harapan dengan tidak adanya respon dari kamu. Dan jika pun kamu ga’ suka sama dia, dan tidak memberikan sinyal penolakan kamu, dia akan terus mendekati kamu seraya berharap tapi kamu ga’ ngasih kepastian perasaan kamu sebenarnya. Kasian kan dia??? Ga’ selamanya di curi hatinya itu enak, tapi ini beban berat, pertanggung jawaban untuk dirimu sendiri dan orang lain. So, hati – hati ya dengan si pencuri hati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s