KAMU JOMBLO ATAU SINGLE ?

Hai neters, aku datang lagi dengan teori baru, kali ini aku mau membahas tentang dilema antara jomblo dan single. Kebanyakan tulisanku berkutat pada kisah cinta, sampai melupakan saudara – saudara kita yang masih dalam kondisi belum memiliki pasangan, maafkan saya ya…
Banyak yang bilang jomblo itu nasib, single pilihan. Lucu ya, padahal kan maksudnya sama, sama – sama belum memiliki pasangan, kedengaran sedikit menyakitkan dan sensitive. Kalau gitu, teori ku berikut ini akan memisahkan jomblo dan single sesuai dengan pengertian konyol tadi. This is it..
KENAPA JOMBLO ?
a. Terlalu menoleh ke belakang
Sebenernya di belakang ada apa sih?? Maling? Ahh, pencuri hatimu ya?( penulis norak). Maksudnya adalah kamu terlalu berkutat, berbelit – belit, berputar – putar pada masa lalu mu, mungkin yang dulu itu terlalu cakep, terlalu romantis, terlalu baik, terlalu cantik, terlalu sexy, terlalu pengertian, terlalu menyenangkan, ujung – ujungnya terlalu sayang untuk dilupakan. Kalau kaya’ gini terus kamu ga’ akan maju say!
b. Tersakiti
Sakit itu memang perih, luka itu mungkin terlalu dalam. Sampai – sampai kamu masih terus mengingat – ingatnya, menimang – nimangnya, memanjakannya dalam pikiranmu, makanya sakit itu ngga’ cepat berlalu.
c. Takut
Banyak yang takut memulai hubungan baru, takut yang dulu masih yang terbaik, takut yang baru akan menyakiti kaya’ yang dulu, ujung – ujungnya kamu kembali menoleh ke masa lalumu. Intinya takut aja, takut kalau akan berakhir tragis, memulai dari awal lagi, mengenal satu sama lain lagi, bertoleransi lagi. Takut!
d. Menjemput bola yang salah
Giliran udah berani memulai, eh berakhir lagi dengan kekecewaan yang membukit. Sebenarnya sudah berani move on tapi sepertinya salah menjemput bola, akhirnya patah hati lagi deehh.
e. Nasib
Setelah kaya’ gitu barulah males itu datang dan tidak mau move on lagi, kemudian dengan sangat menyedihkan mengatakan pada diri sendiri “aku jomblo, ini sudah nasib ku!”. Kamu menyedihkan!
KENAPA SINGLE ?
a. Terlalu menatap masa depan
Menginginkan semua impiannya berjalan indah dan mulus, sampai tidak ingin kerikil kecil yang disebut cinta menghalanginya.
b. Perfectsionis
Orang yang terlalu mendewakan kesempurnaan, awalnya hanya bilang pengen seseorang yang seiman, kemudian lama – lama jadi bilang “rupawan, kaya, mapan, baik hati, pengertian, pokoknya keberlangsungan hidupku terjaga dengan baik deh”.
c. Pemilih
Sudah banyak calon pasangan betebaran disekitarnya, menyapanya dengan senyum terindah, menuturkan kata bak penyair, namun selalu saja mencari celah keburukan orang – orang itu, ga’ beda tipis sama perfectsionis tadi.
d. Menanti bola datang
Ga’ mau tuh yang namanya move on atau memulai hubungan baru, takut harga diri turun mungkin. Sampai – sampai akhirnya hanya menunggu seseorang yang sempurna yang akan datang ke hadapannya, dan memintanya menjadi kekasih.
e. Pilihan
Kalau ngga’ dapet bola yang dinantikan, kemudian menyerukan kepada dunia bahwa “I’m single, and it’s my choice!”, ini pilihan yang aku ambil, mau apa kamu!!! Aku sendiri bukan karena aku ngga’ laku, atau karena aku terlalu pemilih, atau karena aku hanya menanti jodoh datang, bukan itu semua, tapi ini pilihan hidupku.
KENYATAAN :
a. Masa lalu biarkan berlalu
Apa sih yang kamu harapkan dari masa lalu mu? Masa lalu mu ngga’ akan bisa dirubah, tapi kamu mampu merubah masa depan. Sudahlah, mengingat masa lalu itu membuatmu seperti orang dalam peradaban kuno, ya mungkin kamu memang menghargai sejarah sih tapi apa iya kamu bakal hidup dalam kisah lalu, yang mungkin aja ngga’ akan memberi pengaruh yang hebat untuk masa depanmu malah membuatmu terpuruk.
b. Masa depan tinggal di rajut
Memang semua orang menginginkan masa depan yang gemilang tak terkecuali kamu, tapi kenapa harus sampai mengesampingkan pasangan hidup, mungkin aja masa depanmu tambah gemilang jika ada energi positif dari orang lain yang ngga’ lain adalah pasanganmu. Ingat ya, energi positif satu orang ditambah dengan energi positif dari satu orang lagi akan menghasilkan energi positif yang lebih besar.
c. Sakit itu kuat
Sekarang gini deh, kalo orang yang menyakitimu, yang kamu tangisi siang malam itu sekarang tengah menari salsa dengan kekasih barunya gimana? Buat apa kamu meneteskan air mata di bantal lusuhmu itu? Apa gunanya? Ga’ ada manfaat apa – apa selain bantalmu tambah lusuh. Buktikan pada dia, bahwa kamu kuat, seseorang yang menyakitimu akan kalah jika melihatmu sama sekali tidak terluka malah terlihat kuat. Percaya deh!
d. Takut itu berani yang terpendam
Masalahnya orang yang takut itu udah menyetel otaknya untuk tidak melakukan sesuatu yang menakutkannya, jadi cara satu – satunya adalah merubah setelan otakmu menjadi takut itu berani yang terpendam, kasarannya “mari kita nekad!!!”.
e. No body’s perfect
Ngga’ ada orang sempurna di dunia ini say! Yang sempurna hanya Tuhan! Maka ubahlah pandanganmu jika kamu bakal menemukan orang yang sempurna, kesempurnaan itu ngga’ ada yang ada adalah kecocokan, makanya mulai sekarang cari seseorang yang cocok buat kamu, yang sampai bunyi “klik”.
f. Jangan terlalu memilih
Bak mengais – ngais baju obralan di supermarket, mencarinya sampai ke dasar untuk mendapatkan yang baik, sapa tahu kamu baru saja melempar yang terbaik ke arah orang lain. Siapa yang tahu!!
g. Menanti atau menjemput bola
Menanti sih ga’ ada salahnya, memang manusia diciptakan berpasang – pasangan jadi yakin aja kamu bakal dapat pasangan, tapi bukankah Tuhan menyukai orang – orang yang mau berusaha ya? Jadi menantilah dengan doa lanjutkan dengan menjemput dengan usaha!
h. Nasib itu bisa diubah
Tuhan tidak akan mengubah nasibmu jika kamu ngga’ berusaha untuk merubahnya, so menerima kenyataan bahwa nasib mu adalah jomblo itu tidak dibenarkan, karena saat kamu berniat untuk merubahnya, disanalah Tuhan sudah bersiap untuk memberikan yang terbaik untukmu. Semua yang diberikan Tuhan pasti yang terbaik untukmu, dan akan selalu ada pelajaran dibaliknya.
i. Pilihan tak selamanya benar
Jika single adalah pilihanmu, apakah itu akan selamanya membawa kebaikan untukmu, ada lubang lubang lain yang tidak bisa diisi oleh keegoisanmu lho. Maka akhiri pilihanmu itu, dan cobalah memilih yang lain, pilihan yang membuatmu mampu menutupi segala kekosongan itu.
Kesimpulannya, jomblo dan single itu sama, sama – sama tidak berani move on. Yang membedakan adalah kebanyakan orang jomblo itu mampu menerima statusnya tersebut, bahwa memang aku ngga’ memiliki pasangan, bahwa ya ini aku dulu tersakiti, ya ini aku yang masih memutar film lama, ya ini aku yang penakut ngga’ berani memulai dari awal lagi. Jomblo itu mampu menerima nasibnya sebagai jomblo.
Sedangkan single, kebanyakan orang single itu egois, individualistis, dan tidak mau mengakui statusnya, dia akan mengkamuflasekan statusnya dengan mengatakan ini pilihan hidupku, dia tidak mau disalahkan sebagai terlalu mencari yang sempurna, terlalu pemilih, terlalu pasif dan hanya menunggu. Mereka ngga’ akan mau disamakan dengan orang yang pasrah akan statusnya, mereka akan mencoba melawan, membanggakan diri, menghibur diri sendiri bahwa statusnya itu adalah pilihan yang dipilihnya dengan sangat bijak. Dan dia akan menertawakan para jomblo yang bernasib sial itu, padahal dirinya sendiri sama sialnya dengan si jomblo, karena tidak mau mengakui kekalahannya pada nasib.
Itu teori ala Chev edisi jomblo dan single, semoga bermanfaat ya, jika tidak setuju jangan diambil hati, jika memang setuju saya ucapkan terima kasih sebanyak – banyaknya. Jangan berkecil hati karena belum memiliki pasangan, teruslah berusaha dan berdoa, jangan pernah berhenti berharap. Jadilah bijak, sikapi dengan baik bahwa kamu sebenarnya butuh seorang pendamping, so move on!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s