DUA SISI MATA UANG (untuk direnungkan)

Howdy neters! Salam cinta buat kamu..
 Sorry, I Love You
Pernah mencintai seseorang yang sudah punya pacar?! Kemudian kamu mengatakan “Sorry, I Love You”. Pernah aku membahas masalah ini, di postingan berjudul “Salahkah”. Dan yaa seperti itu, aku mengatakan bahwa bukan sebuah kesalahan atau tindak kriminal untuk mencintai seseorang terlepas orang itu tidak memiliki atau sudah memiliki pasangan. Ketika kamu mengatakan Sorry I Love You, apa yang ada dipikiranmu? Meminta maaf karna dia yang sudah memiliki kekasih, kemudian kamu jatuh cinta padanya? Atau merasa bersalah pada kekasihnya? Bukankah mencintai seseorang bukan suatu kesalahan? Atau kamu tengah menunjukkan bahwa kamu menyesal telah mencintai dia? Atau kamu menunjukkan bahwa kamu sebenarnya sudah berupaya untuk tidak jatuh cinta padanya tapi akhirnya kamu ngga’ kuasa menolak, dan mencintai dia? Dan sekarang yang kamu lakukan adalah berlalu, dan menjauh dari kehidupannya, walau kadang terselip tanya “apa kabar dia hari ini?”. Memang benar kamu harus melakukan itu, karna jika kamu bertahan, kamu bertahan untuk apa??? Kamu tidak akan mendapatkan apa – apa! Cintamu memang tulus, tapi itu tidak layak kamu berikan disaat dia sudah memiliki cinta yang cukup. Dan sekarang, kamu mulai berpikir “andai waktu itu aku tidak mengenalmu, mungkin tidak akan seperti ini jadinya…”

 Sorry, I Hurt You
Sedang dicintai seseorang padahal kamu memiliki kekasih?! Kemudian kamu mengatakan padanya “Sorry, I Hurt You”. Kamu takut melukai perasaannya tanpa kamu sengaja? Buat apa? Karna kedepannya kamu akan terus menyakitinya tanpa kamu sengaja. Kamu meminta maaf karna bersalah, menolak perasaannya yang tulus itu? Atau kamu bersalah karna membuatnya jatuh cinta pada mu? Pemintaan maaf mu mungkin malah menyakiti dia, seolah kamu menunjukkan padanya bahwa kamu benar – benar menolak semua perasaannya, disisi lain memang kamu ngga’ bisa buat menerima perasaannya tersebut. Kamu juga ngga’ ingin kan melukai hati kekasihmu saat ini? Dia datang lebih dulu dari orang itu kan? Hatinya yang seharusnya kamu jaga, bukan orang baru itu, jadi terkadang kamu memang harus menyakiti seseorang untuk membuat orang lain tidak merasa terluka. Dan sekarang orang itu menghilang dari kehidupanmu, tanpa kamu tahu alasan yang jelas atas sikapnya. Dan kamu merasa bahwa cinta yang dia rasakan ke kamu, bukan benar – benar cinta, kemudian kamu mulai mengutuknya. Jika saja dia tetap bertahan menjadi sahabatmu, apa nantinya dia akan mendapatkan balasan atas perasaannya itu? Apa kamu akan berubah menjadi kekasihnya? Bukankah jika dia bertahan, kamu membiarkan dia terluka semakin dalam walau dia mengatakan “ngga’ apa – apa, santai saja”. Dan sekarang, kamu mulai berpikir “andai saja dia tidak memiliki perasaan itu…”

Dua Sisi Mata Uang, tidak bisa untuk saling dipertemukan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s