BAPAK, AYAH, PAPA, BOKAP

Bagaimanapun cara kamu memanggilnya, beliau adalah salah satu orang yang berjasa dalam hidupmu, memang kedudukannya lebih rendah dari ibu, maksudku adalah Rasulullah menyebut ibu sebanyak tiga kali, baru ayah disebutkan. Bagaimanapun tingginya derajat ibu, jangan pernah kamu lupakan jasa seorang ayah, tanpa Ia, tidak akan ada kamu.
Ayah, mungkin sering disepelekan untuk mendapatkan sebuah penghormatan atau penghargaan, kenapa? Karena kebanyakan anak di dunia lebih dekat dengan ibu mereka daripada ayahnya. Namun tahukah kamu, ayah selalu memikirkanmu dan mencintaimu. Aku pernah baca sebuah fakta tentang ayah, yakni saat dimana ibu-mu lupa menanyakan apakah kamu sudah makan apa belum, ayah lah yang mengingatkan ibu-mu. Dan dimatamu yang menanyakan itu adalah ibu-mu, padahal itu adalah ide ayahmu.
Ayah, bisa menjadi pribadi yang jauh lebih hangat dan menyenangkan ketika kamu mencoba untuk mendekatinya dan bertukar pikiran dengannya. Pembicaraan – pembicaraan yang membutuhkan sebuah pemikiran yang logis, disanalah tempat kita mengadu. Jangan deh kamu curhat dengan ayahmu tentang pacarmu, begini misalnya “Ayah, aku disakitin sama dia, dia ngga’ pernah ngerti perasaanku, dia slalu bikin aku nangis, bikin aku sedih”, coba tebak apa yang akan ayah nasehatkan ke kamu?? Iya, beliau akan bilang “dia tidak baik untukmu, putuskan dia!”. Dan kamu pun mengatakan bahwa ayahmu sama sekali tidak menyetujui hubungan kalian, ayahmu tidak menyukai kekasihmu. Ini bukan inginnya, beliau tidak ingin kamu dilukai, beliau ingin kamu bahagia, pria seperti itu di mata ayahmu adalah nol besar, karena di mata ayahmu, ayahmu lah pria terbaik didunia ini untukmu. Jadi, kalau mau cerita tentang hal seperti itu jangan sekali – kali melapor ke ayahmu ya, dia tidak akan mengerti sesungguhnya yang kamu butuhkan adalah pembelaan. Tapi kalau kamu cerita tentang, masa depan karirmu, usaha yang ingin kamu rintis, mimpi mu, datanglah pada ayah, beliau adalah orang yang akan memberimu gambaran tentang itu semua, mulai dari bawah sampai atas, ingatlah beliau jauh lebih berpengalaman darimu, jangan sekali – kali mencelanya, itu menyakitinya.
Begitupun ibu, ayah juga selalu ingin memberikan yang terbaik untukmu, memenuhi segala yang kamu butuhkan dan inginkan, namun jangan memaksakan kehendakmu jika kondisi tidak memungkinkan untuk meminta sesuatu. Ketika ayahmu mengatakan “tidak” atau “nanti” sesungguhnya beliau sedih karena tidak mampu memenuhi keinginanmu. Percayalah, aku pernah duduk dengan seorang bapak di bus, dia menceritakan bagaimana sedihnya ia tidak bisa memenuhi keinginan anaknya. Satu hal yang perlu kamu tahu, ayahmu akan berusaha keras untuk memenuhi apa yang kamu inginkan, jadi jangan pernah meminta sesuatu yang tidak mungkin untuk secepat kilat dipenuhinya.
Siapa yang paling sering membelikan oleh – oleh untukmu? Ayah atau ibu? Jika ayah mu yang paling sering membelikan oleh – oleh untukmu, dia sungguh menyayangimu, ketika bepergian dari rumah, ketika pulang ayah akan selalu memikirkan oleh – oleh apa yang harusnya ia bawakan untuk anaknya dirumah. Jika ketika beliau bepergian dan tak mampu membawakan oleh – oleh untukmu, sesungguhnya dia merasa sedih. Bagaimana tidak, beliau tulang punggung keluarga, beliau selalu ingin memberikan sesuatu untukmu dan untuk ibumu. Lihat raut wajahnya saat menenteng martabak atau oleh – oleh lain ke hadapanmu, wajahnya sangat bahagia.
Ayah, memang disebut diurutan ke empat, tapi beliau adalah satu – satunya pria yang akan menerima segala kekuranganmu, segalanya. Dan yang akan membanggakan dan menyebarluaskan kelebihanmu kepada dunia dengan senyum yang terus mengembang. Ayah, yang akan menopangmu saat kamu terjatuh, memberikan pilihan yang tidak memaksa kamu untuk menurutinya, yang dengan diam selalu bangga melihatmu, tanpa banyak kata yang ingin ia ucapkan dia ingin kamu melangkah sesuai dengan yang diharapkannya, dia satu – satunya pria yang mencintaimu dari dalam dan dari dasar hatinya, dimana cintanya tidak akan pernah padam dan selalu setia, selalu setia padamu. Tidak ada pria yang lebih baik dari ayahmu, dialah raja yang menduduki hatimu, itu yang seharusnya kamu lakukan untuk posisinya, the king of your heart.
Jadi kesimpulannya, jangan pernah meremehkan ayahmu, apapun profesinya, apapun yang dia lakukan, berapa pun usianya, bagaimanapun bentuk raut wajah dan fisiknya, katakan dengan bangga pada dunia, bahwa dia ayahmu, yang menggendongmu saat pertama kali kamu dilahirkan yang menyerukan adzan nan indah ditelinga mungilmu, yang mencium kening si bayi merah dalam dekapannya penuh dengan rasa syukur. Dia adalah ayahmu, yang akan mengatakan “kamu pasti bisa” saat kamu belajar melangkah, dan yang akan menyambutmu di seberang sana dengan dua tangannya yang kasar, kemudian mengatakan “pintar, ini anakku!”. Jangan pernah mengecewakannya, buat beliau selalu mengatakan seperti yang dikatakan waktu kamu belajar melangkah “ini anakku!” buat beliau selalu mengatakan itu, buat beliau bangga telah membesarkanmu, telah mengharap segala mimpinya kamu wujudkan, dia tidak mengharap apa – apa yang dia inginkan hanya “kamu hidup jauh lebih baik darinya”. Mulai sekarang, pandang wajahnya dan katakan dalam hati “aku akan membuatmu bangga, I promise!”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s