smile1

Ada satu hal yang paling aku sukai dari kampus ini,bukan bangunan putihnya yang megah,bukan pula rumput hijau yang teduh di halaman tengah,pun bukan dosen-doesnnya,mereka terlalu memaksaku,memaksaku mengerjakan tugas tepat waktu,dan seperti kebanyakan mahasiswa yang lain,aku ngga’ suka.

Yang paling aku sukai adalah dia,pria berkulit kuning,dengan rambutnya yang tipis,tubuhnya tak terlalu tinggi,agak sedikit gemuk,pipinya tembam, dan satu hal kawan,senyumnya itu mampu mencairkan es abadi yang selama empat tahun bersarang di hatiku,luar biasa.

Oke baik,dia memang tak pernah tersenyum padaku,aku hanya pernah melihatnya,emmm sebentar,sekali,iya sekali itu di subbag pendidikan,saat dia baru menerima surat keterangan,dan kala itu aku langsung jatuh ke dalam jurang ku gali sendiri,jurang yang membuatku tak ingin mencari cara untuk kembali naik,aku ingin singgah dalam waktu yang cukup lama.

Waktu itu pernah aku pulang dari kampus,aku berboncengan dengan temenku keluar dari parkiran,waktu itu dia dengan Satria-nya juga keluar dari parkiran,temenku berhenti sejenak.

“Tuh,mau ditunggu gak?Pamit dulu gak?”

“Ah gak usah,toh dia gak tahu aku,jalan ajah yuk”

Motor kembali melaju menuju jalanan

“Eh,dia dibelakang tuh”

“Hah,serius?”

“Iya,beneran kelihatan dari spion”

“Yaa ampuuunnn,aku gak mau noleh ah ke belakang.hahahha” kataku girang,jantungku entah bagaimana bisa berirama kencang,menyenandungkan lagu rock tentang cinta.

Akhirnya motor kami keluar dari area kampus,masih ku dengar deru suara Satria dibelakang motor temanku,itu pasti dia,aku sedikit bungah. Tapi,kenapa dia gak nyalip ya? Aku penasaran kemudian menoleh ke belakang,dan ternyata..

“Sialan,bukan dia tauk yang dibelakang kita,edan tuh orang lari kemana coba?” umpat ku kesal,temanku tertawa terbahak-bahak di depan.

***

Hari berikutnya,aku melihatnya di parkiran kampus,waktu itu aku dan temanku sudah berboncengan motor menuju kost,aku melihatnya berdiri,dengan jaket berwarna abu-abu yang dia kancingkan,jambul dirambutnya masih eksis walau jam sudah menunjuk pukul lima sore. Dia tengah berkutat pada smartphone nya, aku menatapnya dari jauh, sambil tersenyum girang.

“Ada dia tuhhh”

“Iyaa” kataku pelan,penuh senyum yang terkembang sempurna, kemudian aku bersenandung dengan riang “Ohh baby baby baby,tersenyumlah padaku…”

Tiba-tba tawa buncah dari mulutku dan temanku,penutup hari yang indah.

***

Sebentar lagi,aku,temanku ini dan dia akan lulus dari kampus ini. Aku tak akan bertemu dengan dia lagi,padahal melihatnya sudah seperti makan siang untukku,rutinitas yang sangat sulit untuk ku tinggalkan,jika pun bisa,aku mungkin saja bisa sakit.

Hari ini adalah gladi bersih pelepasan wisuda, aku bisa melihatnya dari kejauhan,kawan tahukah kamu,dia selalu berkilauan,jadi dengan mudah aku mampu menemukan dia. Waktu jeda, aku punya sebuah ide,yang mungkin saja sedikit gila,tapi entah bagaimana lagi menyampaikan kekaguman yang sudah memuncak selama ini.

Ted, menekan tombol play

Dan terdengarlah lagu beat milik JKT 48 Baby Baby Baby, oke begini kawan,aku baru tahu dia fans berat JKT 48,dan dia lagi suka banget sama lagu Baby Baby Baby,so kenapa enggak aku mempersembahkan sesuatu yang mungkin saja membuatnya melihatku.

Maka,aku memilih maju ke depan panggung,masih ada sedikit area kosong di sana, diikuti oleh beberapa teman yang sudah ku broadcast message, and then seiring musik membahana di saantero halaman tengah,aku menari dengan lincahnya, heiii beib look at me..

I Love you baby baby baby, alihkanlah padaku
Pandangan kepada seseorang itu
Sadarilah ketukan dari diriku
Ku ingin jawaban dari rasa sayang
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
I Love you baby baby baby, tersenyumlah padaku
Bibir yang membuatku menjadi terpikat
Biarkanlah ku miliki dirimu walau hanya di dalam mimpi

Sebelum ku kecup aku terbangun, kelanjutannya masih tertahan
Selalu di saat-saat yang seru, hanya diriku ditinggalkan seorang diri
Padahal sebentar lagi cintaku kan tersampaikan
Pasti kan segera lepas, ku jadi ingin mengejarnya

I Love you baby baby baby, kau idola diriku
Kehadiranmu bersinar dengan terangnya
Keajaiban bertemu denganmu, ku jadi tahu arti dari hidup

I Love you baby baby baby, ku ingin memelukmu
Dengan benar berikan cahaya musim panas
Kita bagaikan sepasang kekasih, suatu saat di dalam mimpi

I Love you baby baby baby, alihkanlah padaku
Pandangan kepada seseorang itu
Sadarilah ketukan dari diriku
Ku ingin jawaban dari rasa sayang

I Love you baby baby baby, tersenyumlah padaku
Bibir yang membuatku menjadi terpikat
Biarkanlah ku miliki dirimu walau hanya di dalam mimpi

Ini benar-benar flash mob yang mengejutkan,banyak teman-teman dari jurusan lain yang mengikuti gerakan kami,jika pun tidak mereka menari-nari di kursi masing-masing,dan kawan tahukah kamu,aku melihat senyum itu lagi,senyum yang membuat hati ku tertawan padanya. Aku semakin semangat menari, hingga lagu ceria itu selesai.

Peluh membasahi keringat,tapi tadi sungguh menyenangkan,setidaknya aku bisa membuat teman-teman yang mulai jenuh dengan gladi resik yang membosankan. Aku menepi,membasuh peluh ku dengan tisu didekat kamar mandi.

Sebotol air mineral lewat di hadapanku, aku menoleh ke belakang, senyum itu..

“Tarian yang bagus,kamu dancer ya?Aku pernah liat kamu waktu perform di UGM” katanya sambil terus mengembangkan senyuman.

“Aaa itu yaa” aku menjawab dengan sangat grogi, dia kembali menyodorkan botol air mineral itu ke arahku, dengan enggan aku meraihnya.

“Aku…” dia menahan kalimatnya,aku sangat gugup menanti lanjutan kalimat dari dirinya.

“Udah sering liat kamu nari,keren” lanjutnya,pipinya bersemu merah,aku melotot,mulutku nganga lebar,kawan apa ini???

Aku tersenyum padanya,dia pun begitu,pemilik senyum maut yang membiusku itu,berdiri dihadapanku,dia melihatku selama ini,mungkin dia hanya terlalu malu,sama halnya denganku. Tapi tahukah dia,aku lebih mengaguminya.

“Aku Dewa” katanya sambil mengulurkan tangan kanan,buru-buru ku sambut tangan itu.

“Aku Tita” balasku,menatapnya dan tersenyum,pipi ku memanas,entah semerah apa wajahku saat ini.

Jika aku tidak nekad,mungkin selamanya aku tak akan mengenal dia. Terkadang wanita juga harus mengambil suatu langkah kecil,untuk membuka jalan luas dihadapannya.

“Baby Baby Baby tersenyumlah padaku….”

 

Jogja,19 Februari 2013

Sepfriend Kelana

(sedikit kacau karena “ngerjain” di kantor)